Sabtu, 21 Maret 2026

Benua Australia Bergerak 7 Cm Tiap Tahun ke Arah Indonesia

Benua Australia bergerak menuju Indonesia sekitar 7 centimeter setiap tahun.

Jika pergerakan ini terus berlanjut, para ilmuwan memprediksi bahwa dalam 50 juta tahun mendatang Australia akan menabrak Papua Nugini dan Indonesia Timur, membentuk pegunungan raksasa baru yang bahkan bisa lebih besar dari yang ada saat ini.

Ahli Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Heri Andreas, membenarkan fenomena tersebut.

Ia menjelaskan, pergeseran Lempeng Australia memang nyata dan bergerak ke utara setiap tahunnya.

“Ya, lempeng Australia memang bergerak 7 cm per tahun,” ujarnya.

Menurut Heri, jika Benua Australia bertemu dengan Lempeng Eurasia di sekitar Indonesia, maka akan terbentuk zona subduksi.

Inilah yang berpotensi memicu gempa bumi besar atau megathrust yang selama ini dikenal menjadi penyebab bencana gempa dan tsunami dahsyat.

Peneliti BRIN, Mudrik Rahmawan Daryono, menambahkan bahwa tabrakan tersebut akan memperkuat jalur Ring of Fire atau Sabuk Api Pasifik, yaitu kawasan dengan deretan gunung berapi aktif dan aktivitas gempa bumi paling tinggi di dunia.

"Jadi Ring of Fire, yaitu sabuk gunung api dan gempa bumi dunia," jelasnya.

Selain bencana geologi, pergeseran ini juga akan membawa dampak ekologis. 

Profesor Zheng-Xiang Li dari Curtin University menyebut, iklim dan ekosistem Australia bisa berubah drastis.

Selama ini, benua tersebut menjadi rumah bagi hewan unik seperti kanguru, platipus, dan wombat yang berevolusi secara terisolasi.

Namun, ketika Australia semakin dekat dengan Asia, ekosistemnya bisa bercampur dengan spesies berbeda sehingga memunculkan konsekuensi ekologis yang belum bisa diprediksi.

Mengapa Australia Bergerak?

Heri menjelaskan bahwa pergerakan Lempeng Australia merupakan bagian dari dynamics Bumi.

Energi penggeraknya berasal dari arus konveksi mantel Bumi yang membuat lempeng bergerak perlahan namun konsisten.

Peneliti Geologi BRIN, Danny Hilman Natawidjaja, menambahkan bahwa di bagian barat dan selatan Indonesia, kerak samudra Lempeng Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia, menciptakan zona subduksi megathrust di sepanjang Pulau Jawa.

Sementara di wilayah timur Indonesia, lempeng tidak menunjam, melainkan bertabrakan langsung.

"Timur itu sebetulnya berasal dari Australia dulunya. Jadi (dulu) sudah ditabrakkan, terus loncat ke pulau timur di Kepulauan Indonesia. Lama-lama semuanya ditabrakkan dan jadi satu, Australia sama Indonesia," ujarnya.

Meski tabrakan benua ini baru akan terjadi puluhan juta tahun mendatang, dampaknya mulai terasa sejak sekarang dalam bentuk aktivitas gempa bumi dan tsunami di wilayah barat serta selatan Indonesia.

Dengan kondisi ini, Indonesia yang berada di jalur pertemuan lempeng dunia, akan selalu berada dalam posisi rawan bencana geologi.


Sumber : https://www.medianekita.com/edukasi/22415865767/benua-australia-bergerak-7-cm-tiap-tahun-ke-arah-indonesia-apa-dampaknya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar