Minggu, 27 September 2020

Home Learning IPS Kelas 9 SMP Senin 28 September 2020

Posted by ening on September 27, 2020 with No comments

 Assalmualaikum wr, wb

Selamat pagi semoga semua selalu dalam keadaan sehat aamiin 

Bagaimana PTS IPS hari Jumat lalu? 

Untuk menambah nilai PTS mu, silakan di buka buku Paket IPS nya kerjakan Evaluasi Bab 1 pilihan ganda saja langsung dibuku paket, bagi yang tidak memiliki buku paket, silakan dikerjakan di buku latihan IPS tulis Soal dan Jawab.




Quote : “Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan pendidikan, Anda dapat mengubah dunia." (Nelson Mandela)

Home Learning IPS Kelas 8 SMP Senin 28 September 2020

Posted by ening on September 27, 2020 with No comments

 Assalmualaikum wr, wb

Selamat pagi semoga semua selalu dalam keadaan sehat aamiin 

Bagaimana PTS IPS hari Jumat lalu? 

Untuk menambah nilai PTS mu, silakan di buka buku Paket IPS nya kerjakan Evaluasi Bab 1 pilihan ganda saja langsung dibuku paket, bagi yang tidak memiliki buku paket, silakan dikerjakan di buku latihan IPS tulis Soal dan Jawab

Difoto dengan jelas dan terbaca lalu kirimkan ke 

email ningsihtweet@gmail.com TIDAK DIBACA JIKA MENGIRIMKAN KE WHATSAPP 




Quote : "Orang bijak belajar ketika mereka bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka terpaksa." (Arthur Wellesley)

Home Learning IPS Kelas 7 SMP Senin 28 September 2020

Posted by ening on September 27, 2020 with No comments

 Assalmualaikum wr, wb

Selamat pagi semoga semua selalu dalam keadaan sehat aamiin 

Bagaimana PTS IPS hari Jumat lalu? 

Untuk menambah nilai PTS mu, silakan di buka buku Paket IPS nya kerjakan Evaluasi Bab 1pilihan ganda saja langsung dibuku paket, bagi yang tidak memiliki buku paket, silakan dikerjakan di buku latihan IPS tulis Soal dan Jawab

Difoto dengan jelas dan terbaca lalu kirimkan ke 

email supartiningsih28@gmail.com TIDAK DIBACA JIKA MENGIRIMKAN KE WHATSAPP 




Quote : "Hiduplah seolah engkau mati besok. Belajarlah seolah engkau hidup selamanya." (Mahatma Gandhi)

Kamis, 24 September 2020

Teori Big Bang dan Bukti-Bukti Pendukungnya

Posted by ening on September 24, 2020 with No comments

 Teori Big Bang merupakan salah satu teori pembentukan alam semesta yang sangat luar biasa. Meskipun banyak teori serupa, namun Big Bang Theory lebih banyak dibicarakan oleh para ahli karena terdapat banyak penjelasan masuk akal di dalamnya. Dalam bahasa Indonesia, Big Bang sendiri berarti ‘Ledakan Besar/Dahsyat” atau “Dentuman Besar”.


Secara teoritis, Big Bang Theory adalah peristiwa yang menyebabkan terbentuknya alam semesta berdasarkan kajian kosmologi tentang pembentukan dan perkembangan awal jagad raya. Pada teori ini, awalnya alam semesta berada dalam kondisi yang sangat padat dan panas. Kemudian pada proses selanjutnya, bentuk tersebut mengalami pengembangan secara terus menerus hingga saat ini. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Sejarah Big Bang Theory


 Big Bang Theory
Teori Big Bang

Pada tahun 1912, Vesto Slipher merupakan orang pertama yang berhasil mengukur efek Doppler pada Nebula Spiral, yakni sebuah istilah lama yang digunakan untuk menunjukkan Galaksi Spiral. Mulai dari sinilah Big Bang Theory bekembang. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya ilmuwan-ilmuwan yang melakukan pengamatan teoritis terhadap struktur alam semesta.

 Sepuluh tahun berselang, muncul ahli matematikawan dan ahli kosmologis asal Rusia bernama Alexander Friedman. Ia menunjukkan bahwa jagad raya mengembang sehingga berlawanan dengan teori alam semesta statis yang pernah diutarakan oleh Einstein. Berturut-turut, pada tahun 1924 Edwin Hubble meneruskan penelitian model Nebula. Kemudian di tahun 1927, Georges Lemaitre mendukung pendapat bahwa resensi nebula yang diungkapkan oleh Alexander Friedman, yakni alam semesta selalu mengalami perkembangan.

Berlanjut dengan penelitian Lemaitre di tahun 1931, ia mengungkapkan bahwa proses perkembangan alam semesta akan terus berlanjut hingga mencapai sebuah titik yang dinamakan atom purba. Titik atom purba merupakan kondisi dimana ruang dan waktu berasal. Kemudian akhirnya muncul penelitian-penelitian lain yang mengarah pada persetujuan tentang Big Bang atau Ledakan Besar yang menjadi awal mula dari terbentuknya alam semesta.

Pengamatan Hukum Humble

Terdapat beberapa bukti pengamatan yang mendukung Big Bang Theory, salah satunya yakni pengamatan terhadap galaksi yang membuktikan bahwa objek tersebut, galaksi, melakukan pergeseran dan memancarkan warna merah. Pergeseran yang dialami oleh galaksi-galaksi tersebut terjadi secara merata pada semua galaksi yang dapat dipantau. Pergeseran tersebut diakibatkan oleh proses pengembangan alam semesta berdasarkan waktu cahaya galaksi itu sendiri dan waktu cahaya dipancarkan.

Singkatnya, hukum Humble mempunyai 2 penjelasan. Pertama yakni manusia berada pada titik pusat pengembangan dimana galaksi tersebut tak mungkin sesuai dengan prinsip-prinsip Copernicus. Kedua, alam semesta mengembang secara merata pada sejala penjuru arah. Contohnya layaknya balon, semakin diisi oleh udarah, maka balon tersebut akan semakin mengembang dan akhirnya kembali pada titik atom awal sehingga akhirnya meletus, kembali pada kondisi awal ruang dan waktu.

Gelombang Mikro Kosmis merupakan Latar Belakang Radiasi


Gelombang Mikro Krosmis
Gelombang Mikro Kosmis
Pada awal terbentuknya alam semesta, alam semesta berada pada kondisi keseimbangan termal. Keseimbangan termal tersebut membuat foton yang berkesinambungan lalu dipancarkan serta diserap sehingga menghasilkan radiasi spectrum. Setelah itu, terjadilah ledakan teori Big Bang, yang menjadikan suhu atau temperature alam semesta menurun drastis sehingga foton tak dapat diciptakan ataupun dihancurkan.

Dengan foton yang tak dapat diciptakan atau dihancurkan, maka foton terus dipantulkan dari elektron-elektron bebas. Hal inilah yang menjadi asal mula terbentuknya alam semesta.

Kelimpahan Unsur Primordial


Unsur Primodial

Berdasarkan Big Bang Theory, manusia dapat memperkirakan semua konsentrasi yang terdapat di alam semesta berbanding dengan banyaknya hydrogen. Konsentrasi-konsentrasi tersebut yakni helium-7, helium-4, dan helium-3. Sedangkan perbandingan Rasio perbandingan pada prediksi ini adalah 0.25 untuk 4He/H, 10-9 untuk 7Li/H, 10-4 untuk 3He/H, dan 10-3 untuk 2H/H. Prediksi-prediksi tersebut sesuai dengan hasil pengukuran.

Idealnya, antara prediksi dan hasil pengukuran tersebut terbilang cukup baik untuk deuterium. Meskipun sebenarnya masih terdapat perbedaan-perbedaan kecil yang dapat terlihat, yakni 7Li dan 4He. Rasio prediksi ini memang tak sepenuhnya benar, namun dengan prediski tersebut, maka bukti Big Bang Theory dapat dijelaskan sebagai proses awal mula terbentuknya alam semesta.

Itulah beberapa bukti pendukung yang dapat dijadikan acuan pada Big Bang Theory. Meskipun hingga saat ini masih bermunculan penelitian-penelitian yang ingin membuktikan bagaimana awal mula atau pemicu terjadinya ledakan besar. Semoga ulasan tentang teori Big Bang ini bermanfaat bagi Anda.


© Teori Big Bang dan Bukti-Bukti Pendukungnya
Source: https://www.amuzigi.com/2018/04/teori-big-bang-dan-bukti-bukti.html

Sebelum Teori Big Bang, Alquran Sudah Jelaskan Awal Penciptaan Alam Semesta

Posted by ening on September 24, 2020 with No comments

 

Ada banyak fakta ilmiah dan fenomena alam yang telah disebutkan dalam Alquran. Padahal kitab suci pedoman umat Islam ini turun pada 14 abad yang lalu ketika ilmu pengetahuan dan teknologi belum berkembang pesat seperti sekarang. Salah satunya adalah peristiwa penciptaan alam semesta dalam teori Big Bang.

Tentang Teori Big Bang

Dalam teori ini, awal mula alam semesta ini berbentuk satu massa yang besar (nebula primer). Kemudian terjadilah dentuman besar atau ledakan pemisah sekunder (Bing Bang) yang mengakibatkan pembentukan galaksi yang terbagi dalam planet, matahari, bulan dan lainnya.

Teori Big Bang memberikan penjelasan paling komprehensif dan akurat tentang penciptaan alam semesta. Teori ini diperkenalkan pada tahun 1927. Orang yang pertama kali memperkenalkan teori Big Bang adalah Georges Lemaître, seorang biarawan Roma Belgia, meski ia menyebutnya sebagai hipotesis atom purba.

Kerangka model teori Big Bang bergantung pada teori Relativitas Umum Albert Einstein dan beberapa perkiraan sederhana, seperti homogenitas dan isotropi ruang. Persamaan yang mendeksripsikan teori Ledakan Dahsyat dirumuskan oleh Alexander Friedmann.

Teori Big Bang menunjukkan bahwa semua benda di alam semesta pada awalnya satu wujud, dan kemudian terpisah-pisah. Ini diartikan bahwa keseluruhan materi diciptakan melalui Big Bang atau ledakan raksasa dari satu titik tunggal, dan membentuk alam semesta yang sekarang dengan cara pemisahan satu dengan yang lain.

Pada tahun 1948, Gerge Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big Bang. Ia mengatakan bahwa jika alam semesta terbentuk melalui ledakan raksasa, maka sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan itu haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi itu juga harus tersebar merata di semua penjuru alam semesta.

Bukti yang “seharusnya ada” itu pada akhirnya memang ditemukan. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penziaz dan Robert Wilson menemukan gelombang itu tanpa sengaja. Radiasi tersebut, yang dinamakan radiasi latar kosmis, tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa, dan diketahui sebagai sisa radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Penzias dan Wilson dianugerahi Nobel untuk penemuan mereka.

Bukti ilmiah adanya ledakan besar sesuai teori Big Bang ini juga telah dipaparkan oleh NASA.  Pada 1989, George Smoot bersama Tim NASA meluncurkan satelit untuk meneliti asal mula alam semesta. Lewat instrumen sensitif yang disebut COBE (Cosmic Background Emission Explorer), penelitian itu mengungkapkan bahwa terdapat sisa-sisa ledakan besar alam semesta.

Dari hasil penelitian itu, sebagian besar ilmuwan mulai percaya teori Big Bang. Bukti lain kebenaran teori Big Bang adalah berhasil ditemukannya jumlah relatif hidrogen dan helium di alam semesta. Hasil penelitian yang dilakukan mengungkap bahwa campuran unsur hidrogen dan helium di alam semesta sesuai perhitungan teoritis jika terjadi ledakan besar.

Sebelumnya, pada tahun 1925, Edwin Hubble mempersembahkan bukti pengamatannya bahwa semua galaksi bergerak saling menjauhi satu sama lain. Temuan astronom Amerika Serikat bahwa alam semesta mengembang itu sekaligus menegaskan kebenaran teori big bang.

Teori big bang menyebutkan bahwa dulunya alam semesta merupakan massa besar dan kemudian terpisah oleh sebuah ledakan besar. Konsekuensi dari teori ini, semestinya galaksi-galaksi bergerak saling menjauhi. Itulah yang kemudian ditemukan oleh Edwin Hubble.

Dari berbagai fakta ilmiah, akhirnya teori Big Bang mendapatkan persetujuan dunia ilmiah. Dalam sebuah artikel yang dimuat pada Oktober 2014, Scientific American menuliskan bahwa teori Big Bang adalah satu-satunya teori yang dapat menjelaskan asal mula alam semesta.

Penjelasan Alquran tentang Big Bang

Jauh sebelum teori Big Bang ini ada, Alquran sudah menyebutkan tentang awal penciptaan alam semesta. Padahal ketika itu, tidak ada teleskop untuk mengamati luar angkasa. Ilmu astronomi pun belum berkembang seperti saat ini.

Dalam Alquran Surat Al Anbiya’ ayat 30, Allah SWT berfirman:

Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air. maka mengapa mereka tidak juga beriman?

Kata ratq dalam ayat tersebut diartikan sebagai suatu yang padu digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan Kami pisahkan antara keduanya adalah terjemahan kata Arab fataqa, dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari ratq.

Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat fatq. Keduanya lalu terpisah (fataqa) satu sama lain. Segala sesuatu, termasuk langit dan bumi yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan ratq ini.

Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk fataqa (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.

Lalu ada kalimat “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup”. Kita mengetahui bahwa segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Alquran.

Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain.

Selanjutnya dalam Alquran Surat az-Zariyat [51]:47) Allah SWT. “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.”

Kata langit di sini digunakan dengan arti alam semesta. Alquran menyebutkan bahwa alam semesta mengalami perluasan atau mengembang. Inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Sebelumnya, pandangan yang umum diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus mengembang.

Dr. Zakir Naik dalam bukunya Miracles of Al Quran and As Sunnah mengatakan, kesesuaian yang harmoni antara Alquran dan teori Big Bang adalah suatu hal yang tidak dapat dielakkan. “Sungguh menakjubkan! Bagaimana mungkin sebuah kitab yang muncul di padang pasir Arab 1.400 tahun silam mengandung kebenaran ilmiah yang mendalam”

Kemudian Stephen Hawking dalam bukunya A Brief History of Time menyebutkan bahwa penemuan fakta ilmiah alam semesta senantiasa berkembang adalah sebuah revolusi intelektual abad ke-20. Alquran menyebutkan fakta ilmiah ini jauh sebelum manusia belajar membuat sebuah teleskop.

Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa penemuan fakta astronomi dalam Alquran bukanlah sesuatu yang mengherankan karena orang Arab dikenal maju dalam bidang astronomi. Pengakuan mereka jika orang Arab unggul dalam astronomi memang benar, tapi Al Quran mengungkapkan fakta ilmiah ini berabad-abad sebelum orang Arab unggul dalam astronomi.

Subhanallah, semoga menambah ghairah untuk terus belajar dan mendalami ini kandungan Alquran.

Wallahu’alam bishawab

Sumber:

‘Alquran vs Sains Modern, Addeen, Baitul Maqdis

Ensliklopedi Islam, Mukjizat Al-Qur’an (Penciptaan Alam Semesta), 2010. Jakarta.

The Qur’aan and Modern Science (Compatible or Incompatible)

diambil dari https://www.aksaraumroh.net/sebelum-teori-big-bang-alquran-sudah-jelaskan-awal-penciptaan-alam-semesta/

Sejarah dan Pembuktian Teori Big Bang

Posted by ening on September 24, 2020 with No comments

 

Sejarah dan Pembuktian Teori Big Bang


Sejarah mencatat ada berbagai macam teori mengenai asal usul sistem tata surya dan alam semesta. Masing-masing teori memiliki kelebihan dan kelemahan dari segi informasi. Namun, para ahli astronom menyatakan bahwa teori Big Bang adalah teori yang paling terkenal dan paling masuk akal untuk diterima mengenai pembentukan tata surya. Tentunya sudah melalu proses penelitian dengan bukti-bukti yang masuk akal dan ilmiah sehingga diyakini jika teori big bang adalah teori yang benar sampai saat ini.

Jika berdasarkan dari asal kata, “Big Bang” secara harfiah memiliki arti Ledakan Dasyat atau ledakan yang amat besar. Di dalam teori ini menjelaskan bahwa alam semesta terbentuk dari ledakan yang sangat besar yang terjadi sekitar 13,7 milyar tahun lalu. Pada saat terjadi ledakan, material yang dilontarkan sangat besar jumlahnya dan menyebar keseluruh alam semesta. Material tersebut terdiri atas partikel seperti neutron, proton dan elektron yang terbentuk dalam waktu 10-4 detik, dan 3 menit untuk membentuk inti yang sangat kecil. Pada saat terjadinya ledakan, diperkirakan suhu mencapai 70 kali suhu matahari. Butuh waktu sekitar 500.000 tahun mendinginkan suhu elektron dan inti sampai cukup untuk membentuk atam. Pada akhirnya material-material tersebut bersatu membentuk planet, satelit, debu kosmik, asteroid, meteor dan partikel-partikel lainnya.

Sejarah Teori Big Bang

Pada tahun 1912, dilakukan pengukuran pada nebula spiral untuk pertama kalinya dengan menggunakan efek Doppler oleh Vesto Slipher. Nebula spiral adalah nama lain dari galaksi spriral (yang berganti). Dari pengukuran inilah mulai banyak muncul para ahli yang melakukan penelitian tentang alam semesta.

Selang sepuluh tahun, seorang kosmologis dan matematikawan dari Rusia yang bernama Alexander Frienman mengatakan bahwa alam semesta ini akan terus mengembang dan berlawanan dengan model alam semesta statis yang dinyatakan oleh Einstein. Tahun 1924, Edwin Hubble melakukan penelitian lebih lanjut pada model nebula. Secara independen Georges Lemaitre menurunkan persamaan milik Frienman dan mengatakan bahwa resensi nebula dalam persamaan itu disebabkan oleh alam semesta yang terus berkembang.

Teori big bang dikemukakan pertama kali oleh Abbe Georges Lemaitre, yaitu seorang kosmolog yang berasal dari Belgia sekitar tahun 1927. Menurut Georges, alam semesta ini awalnya berasal dari sebuah gumpalan superatom yang berbentuk bola api yang berukuran sangat kecil. Gumpalan bola api ini memiliki massa jenis yang luar biasa tinggi dan memiliki suhu sekitar kurang lebih 1 triliyun derajat celcius.

Sesaat sebelum terjadi ledakan, gumpalan bola api ini bertambah menjadi 1,75 cm. Semakin lama ukurannya bertambah dengan sangat cepat dan tepat pada detik 0 atau waktu mulainya ruang waktu, gumpalan bola tersebut meledak dan memuntahkan isinya di alam semesta. Ledakan tersebut terjadi sekitar 15 milyar tahun yang lalu.

Saat terjadi ledakan besar tersebut (big bang), menghasilkan energi dalam jumlah yang sangat besar di alam semesta yang nantinya membentuk seluruh materi pembangun di alam semesta. Tidak hanya itu, atom hidrogen yang ikut terlempar keluar lambat laun berkumpul untuk membentuk debu dan awan hidrogen atau biasa disebut nebula.

Nebula tersebut makin lama semakin memadat dan memiliki suhu jutaan derajat celcius. Nebula atau awan hidrogen inilah yang menjadi awal mula pembentuk bintang-bintang. Bintang-bintang tersebut nantinya berkumpul untuk membentuk kelompok yang kemudian disebut sebagai galaksi, diantaranya ada Galaksi Bima Sakti, Galaksi Andromeda, Galaksi Triangulum. Dari galaksi inilah tempat lahirnya milyaran tata surya dan salah satunya yang kita tinggali saat ini.

Hingga saat ini, kekuatan dari big bang masih terus terasa. Hal ini dapat dibuktikan dari kondisi alam semesta yang terus meluas. Beberapa galaksi bergerak semakin menjauh satu dengan yang lainnya. Gerakan tersebut akan terus terjadi sampai batas maksimalnya. Jika sudah mencapai batas, benda alam semesta akan berhenti menjauh dan melakukan gerakan tertarik lagi oleh gravitasi universal untuk kembali ke titik permulaan ledakan.

Membuktikan Kebenaran Teori Big Bang

George Gamov melakukan pengembangan perhitungan yang buat oleh Georges Lemaitre pada tahun 1948, menyatakan sebuah teori baru yang sesuai dengan teori big bang. Menurut George, jika alam semesta terjadi akibat adanya ledakan besar, seharusnya terdapat sisa radiasi yang berasal dari ledakan besar tersebut. Ditambah dengan sisa radiasi yang tersebar di seluruh alam semesta memiliki perbandingan yang sama. Pada tahun 1950, Ralph Alpher dan Robert Herman juga menyatakan hal yang sama dengan Gamov bahwa seharusnya terjadi radiasi.

Pada tahun 1965, dua orang peneliti Arno Penzias dan Robert Wilson membuktikan dan menemukan gelombang radiasi tersebut di alam semesta. Radiasi tersebut dikenal dengan “radiasi dasar gelombang mikrokosmik” dan memiliki perbedaan dengan radiasi yang biasanya berasal dari luar angkasa. Radiasi yang dimaksud tersebar secara merata di seluruh alam semesta dan tidak memiliki sumber.

Penjelasan lengkapnya berawal dari terjadinya alam semesta. Alam semesta berada pada kondisi keseimbangan termal. Keseimbangan ini membuat foton dipancarkan dan diserap secara berkesinambungan. Hasilnya yaitu tercipta radiasi spectrum benda hitam. Setelah terjadi ledakan, temperatur alam semesta menjadi menurun dan foton menjadi tidak dapat dihancurkan maupun diciptakan. Oleh karena itu, foton tersebut terus dipantulkan dari elektron-elektron bebas. Akibatnya, pada masa awal pembentukan alam semesta, alam semesta akan terlihat buram oleh cahaya.

Bukti lain mengenai teori big bang yaitu dengan dilakukannya pengamatan pada galaksi yang menunjukan bahwa terdapat objek yang bergeser dan mengeluarkan warna merah, pada saat pergeseran berlangsung akan terlihat merata secara isotropis. Dan hal ini terjadi pada semua objek yang terpantau di seluruh arah. Pergeseran ini disebut juga dengan pergeseran merah hubble. Singkatnya hukum hubble memiliki dua penjelasan:

  • Pertama posisi kita saat ini berada pada pusat pengembangan dari galaksi (galaksi ini tidak sesuai dengan prinsip kopernikus)
  • Yang kedua alam semesta mengembang secara merata ke segala arah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada berbagai macam teori tentang pembentukan alam semesta. Semoga penjelasan mengenai teori big bang ini bisa menjawab rasa keingintahuan kalian. Semoga bermanfaat.

Selasa, 22 September 2020

Selasa, 15 September 2020

PJJ Geografi XI IPS Selasa 15 Sept 2020

Posted by ening on September 15, 2020 with No comments

 Assalamualaikum selamat pagi


Untuk PJJ hari ini silakan dipelajari buku paket geografi Halaman 33 sampai 35

Kemudian kerjakan halaman 36 yang pahami dan jawablah, halaman 38 tugas hots dan uji kompetensi, halaman 40 bagian C dan halaman 41 bagian D dan E


Dikerjakan di buku latihan geografi

Difoto dengan jelas dan terbaca 

Lalu kirim ke email : gurugeografiwk@gmail.com

Ditunggu hari ini maks jam 21.00 WIB


Untuk PTS pelajari bab 2 saja

Materi dari buku paket dan link berikut

https://shgeoips.blogspot.com/2020/09/pjj-xi-ips.html?m=1

Senin, 14 September 2020

DAFTAR NILAI PJJ GEOGRAFI SMA

Posted by ening on September 14, 2020 with No comments

 Assalamualaikum 

hai anak-anakku, bagaimana kabarmu? Semoga semua sehat ya..

Berikut daftar nilai PJJ Geografi SMA 

Kelas X MIPA :

daftar nilai PJJ X MIPA

Kelas X IPS :

daftar nilai PJJ X IPS

Kelas XI IPS :

daftar nilai PJJ XI IPS

Kelas XII IPS :

daftar nilai PJJ XII IPS


Quote hari ini :

Ya Allah mudahkanlah semua urusan hambaMu yg lemah ini: Imam Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan dalam risalahnya,
Pertama, sangat semangat untuk menambah ilmu.
Kedua, sabar dalam meraih ilmu.
Ketiga, mengikhlas niat karena Allah Ta’ala dalam mencari
Keempat, memohon pada Allah agar mudah mendapatkannya.
 
Dalam Shahih Muslim, dari Yahya bin Abi Katsir, ia berkata,
لا يستطاع العلم براحة الجسم
“Ilmu tidaklah dicapai dengan badan yang bersantai-santai.”

Rabu, 09 September 2020

Ulasan PTS Geografi Kelas 12

Posted by ening on September 09, 2020 with No comments

 Assalamualaikum

PTS SMA Wijayakusuma akan dilaksanakan tgl 21 Sept - 30 Sept 2020

Berikut ulasan pembahasan Kisi-Kisi PTS 


Ulasan PTS


Rasulullah SAW bersabda,

تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)

Artinya, "Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Tabrani)

Ulasan PTS Geografi Kelas 10 MIPA/IPS

Posted by ening on September 09, 2020 with No comments

 Assalamualaikum

PTS SMA Wijayakusuma akan dilaksanakan tgl 21 Sept - 30 Sept 2020

Berikut ulasan pembahasan Kisi-Kisi PTS 


Rasulullah SAW bersabda,

تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)

Artinya, "Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Tabrani)

Kisi-Kisi Penilaian Tengah Semester Geografi Kelas 10-12 SMA

Posted by ening on September 09, 2020 with No comments

Assalamualaikum

Untuk memudahkan kalian PTS ganjil, berikut kisi-kisi Geografi untuk PTS semester ganjil TP 2020/2021


 Kisi - Kisi PTS Geografi Semester Ganjil 2020


diriwayatkan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha'if Sunan Ibnu Majah no. 224.

طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim."

Selasa, 08 September 2020

PJJ XI IPS

Posted by ening on September 08, 2020 with No comments

 Assalamualaikum 

untuk pembelajaran hari ini masih seputar bab 2 yaitu flora dan fauna 

silakan dipelajari materi berikut :

Flora Fauna



Selamat belajar

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ . رَوَاهُ مُسْلِم

"Barang siapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

Sabtu, 05 September 2020

PJJ GEOGRAFI KELAS X

Posted by ening on September 05, 2020 with No comments

Buatlah peta NKRI terbaru di buku gambar A3 atau kertas A3

Berilah simbol warna sesuai komponen peta yang sudah dipelajari


Sumber peta dapat diambil dari https://indonesia.go.id/archipelago

Boleh dibuat peta timbul atau menggunakan media lain (kapas, kacang, dll) seperti contoh




Kirimkan bukti foto dengan menunjukkan ke kamera hasil tugasnya(selfie) dengan seragam sesuai hari

ke email gurugeografiwk@gmail.com

Maks hari Minggu, 13 September 2020 jam 23.59

Home Learning IPS Senin 7 September 2020 Kelas 9

Posted by ening on September 05, 2020 with No comments

 Bukalah buku paket IPS mu


Kerjakan latihan soal berikut di buku Latihan IPS

  1. Jelaskan mengapa sebagian besar benua Australia adalah gurun pasir.
  2. Mengapa benua Afrika dikenal sebagai benua hitam?
  3. Mengapa gempa sering terjadi di Jepang?
  4. Sebutkan 4 negara dengan populasi terbesar di dunia.
  5. Mengapa wilayah pantai sebelah Barat dan Utara Benua Australia tidak dihuni penduduk? Jelaskan alasan dan pendapat kalian.
  6. Bilamanakah suatu daratan disebut sebagai benua dan wilayah perairan disebut sebagai samudra Jelaskan pendapat kalian masing-masing.
  7. Mengapa Benua Antrartika tidak dihuni oleh manusia secara permanen?
  8. Mengapa Amerika dijuluki negeri Paman Sam?
  9. Mengapa Korea Selatan dijuluki negeri Ginseng?
  10. Mengapa Arab Saudi dijuluki negeri minyak?
Dikumpulkan langsung ke sekolah Wijayakusuma lantai 3 

Home Learning IPS Senin 7 September 2020 Kelas 7

Posted by ening on September 05, 2020 with No comments

 Simak video berikut :

Jawablah pertanyaan berikut ini :

  1. Jelaskan arti Bhineka Tunggal Ika.
  2. Jelaskan yang dimaksud suku bangsa.
  3. Sebutkan 3 faktor yang mempengaruhi persebaran suku bangsa di Indonesia.
  4. Sebutkan suku yang ada di Pulau :
    • Sumatera
    • Kalimantan
    • Jawa
    • Sulawesi
    • Papua
    • Kepulauan Maluku
    • Bali dan Nusa Tenggara
    5. Sebutkan 5 rumah adat beserta asalnya.

    6. Sebutkan 5 pakaian adat beserta asalnya.            

    7. . Sebutkan 5 tarian daerah beserta asalnya.       

Dikerjakan di buku latihan IPS

Tulis nama, kelas dan tanggal

Dikirim ke email supartiningsih28@gmail.com

TIDAK AKAN DIBACA JIKA MENGIRIM VIA WHATSAPP