Minggu, 30 Agustus 2020

PJJ Geografi Kelas X

Posted by ening on Agustus 30, 2020 with No comments

 

Geografi Kelas 10 | PENGETAHUAN DASAR PEMETAAN


Agar sampai pada pengertian peta coba perhatikan persamaan dan perbedaan antara peta, globe, dan denah di bawah ini.

Pengertian Peta
Istilah peta berasal dari bahasa Inggris, yaitu map. Adapun kata map berasal dari bahasa Yunani, yaitu mappa yang berarti taplak atau penutup meja. Ilmu yang mempelajari tentang Peta adalah Kartografi, orang yang ahli dalam pembuatan peta adalah Kartografer
Menurut Erwin Raisz
Peta adalah gambaran pilihan dengan simbolisasi dan generalisasi dalam ukuran kecil dari bagian bumi yang sempit maupun yang luas, yang dinormalisasi dalam skala dan disimbolkan seperti terlihat dari atas dan ditambah lettering supaya jelas.
Menurut ICA (International Cartographic Assosiation),
Peta adalah gambar konvensional yang dinormalisasi dalam skala, biasanya dalam bentuk bidang datar dan dari data yang dipilih mengenai pemandangan abstrak yang berhubungan dengan permukan bumi dan atau keadaan di dalam bumi.
Secara umum yang dimaksud PETAadalah gambar konvensional secara selektif dari permukaan bumi dengan segala fenomenanya sebagaimana terlihat dari atas, di buat pada bidang datar, diperkecil dalam skala, ditambah tulisan atau simbol sebagai tanda pengenal (identitas).
Fungsi Peta
Peta sangat bermanfaat untuk menunjukkan atau menggambarkan:
a. arah dan jarak di bumi,
b. lokasi suatu tempat,
c. ketinggian suatu tempat,
d. luas dan bentuk wilayah,
e. perubahan sifat alami dan nonalami.
Menurut isi peta, dibedakan atas peta umum dan peta khusus.
1. Peta umum, adalah peta yang menggambarkan seluruh penampakan yang ada di permukaan bumi, baik bersifat alamiah (misalnya sungai, danau, gunung, laut, hutan, dan lain-lain). Peta umum di bedakan menjadi
a. Peta Topografi
Adalah peta yang menggambarkan relief permukaan bumi dengan menggunakan garis-garis kontur. Garis kontur adalah garis-garis pada peta yang menunjukan perbedaan ketinggian suatu tempat. Peta tofografi juga menggambarkan kenampakan alam, misalnya pola aliran sungai dan morfologi, serta kenampakan buatan manusia , misalnya jalan dan pemukiman. Peta tofografi biasanya berskala besar, yaitu 1:25.000 atau 1:50.000.
b. Peta Chorografi
Adalah peta yang menggambarkan keseluruhan atau sebagian permukaan bumi yang bercorak umum. Peta ini biasanya berskala sedang atau hingga kecil, yaitu 1:250.000 hingga 1:1.000.000.
2. Peta khusus disebut pula peta tematik, adalah peta yang menggambarkan atau menyajikan informasi penampakan tertentu (spesifik) di permukaan bumi. Pada peta ini, penggunaan simbol merupakan ciri yang ditonjolkan sesuai tema yang dinyatakan pada judul peta. Beberapa contoh peta tematik antara lain: peta iklim, peta geologi, peta penggunaan lahan,
peta persebaran penduduk, dan lain-lain.
Menurut skala yang dibuat, peta dapat dikelompokkan sebagai berikut:
  • 1. Peta kadaster, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 100 sampai dengan 1 : 5.000. Contoh: Peta hak milik tanah.
  • 2. Peta skala besar, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 5.000 sampai dengan 1: 250.000. Contoh: Peta topografi
  • 3. Peta skala sedang, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 250.000 sampai dengan 1 : 500.000. Contoh: Peta kabupaten per provinsi.
  • 4. Peta skala kecil, yaitu peta yang memiliki skala antara 1 : 500.000 sampai dengan 1 : 1.000.000. Contoh: Peta Provinsi di Indonesia.
  • 5. Peta geografi, yaitu peta yang memiliki skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000. Contoh: Peta Indonesia dan peta dunia.

Komponen-komponen peta

contoh peta

Beberapa komponen yang ada pada peta digunakan untuk memperjelas informasi peta antara lain:

  • Judul Peta, judul peta menggambarkan informasi tentang isi peta, dan peruntukan pembuatan peta.
  • Tanda Orientasi untuk menunjukkan arah mata angin, biasanya arah utara ke atas dengan simbol tanda panah.
  • Skala peta, ada tiga jenis skala peta, (1) skala angka, (2) skala grafis, dan (3) skala verbal.
  • Lettering, atau tulisan pada peta.
  • Legenda, berisi keterangan simbol yang digunakan pada peta
  • Simbol peta, ada tiga jenis simbol peta, (1) simbol titik, biasanya digunakan untuk menandai suatu lokasi  (2) simbol garis, untuk menunjukkan bentuk-bentuk objek yang linier, seperti jalan, sungai, atau batas wilayah, (3) simbol area, untuk menandakan wilayah yang memiliki luas.
  • Garis koordinat untuk menunjukkan lokasi absolute suatu tempat pada garis lintang (paralel) dan garis bujur (meridian) bumi.
  • Lembaga pembuat, data ini penting untuk menunjukkan kredibelitas sebuah peta
  • Peta inset adalah peta lain dengan sekala yang berbeda yang dimunculkan pada peta induk
  • Sumber peta, biasanya peta disusun atas berbagai sumber informasi.
  • Garis tepi, salah satu perbedaan peta dengan lukisan adalah peta selalu menggunakan garis tepi
  • Tahun pembuatan, data ini untuk menunjukkan aktualitas peta.

Proyeksi Peta

Proyeksi peta adalah metode untuk menggambar bentuk muka bumi dari bidang lengkung ke bidang datar. Di dalam melakukan kegiatan proyeksi peta, ada beberapa hal yang tidak boleh terabaikan, yaitu: (1) peta harus equivalen, yaitu peta harus sesuai dengan luas sebenarnya di permukaan bumi setelah dikalikan dengan skala. (2) peta harus equidistan, yaitu peta harus mempunyai jarak-jarak yang sama dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi setelah dikalikan dengan skala. (3) peta harus konform, yaitu bentuk-bentuk atau sudut-sudut pada peta harus dipertahankan sesuai dengan bentuk sebenarnya di permukaan bumi.

Ada tiga jenis proyeksi dasar dalam menggambar peta, yaitu:

Proyeksi Azimutal/ Proyeksi Zenital

Proyeksi zenital ini bidang proyeksinya berupa bidang datar, zenital (normal) bila bidang datar menyentuh bola bumi pada titik kutub bumi. zenital (transversal) jika bidang datar menyentuh bumi pada salah satu titik di ekuator. zenital (obliq) jika bidang datar menyentuh bumi pada salah satu titik di lintang tengah.

Proyeksi zenital normal sesuai digunakan untuk memetakan daerah kutub, namun akan mengalami penyimpangan yang besar jika digunakan untuk menggambarkan daerah yang berada di sekitar khatulistiwa.

Proyeksi Kerucut

Proyeksi kerucut ini bidang proyeksinya berupa kerucut. Kerucut (normal) bila garis tengah kerucut menyentuh bola bumi pada salah satu garis lintang tengah bumi. Kerucut (transversal) jika garis tengah kerucut menyentuh bumi pada salah satu garis meridian bumi. Kerucut (obliq) jika kerucut menyentuh bumi pada secara menyilang.

Proyeksi kerucut normal sesuai digunakan untuk menggambarkan daerah yang berada pada lintang tengah seperti pada negara-negara di Eropa.

Proyeksi Silinder

Proyeksi silinder ini bidang proyeksinya berupa silinder. Silinder (Normal) jika lingkaran tengah silinder menyentuh bumi pada equator, Silinder (transversal) jika lingkaran tengah silinder menyentuh bumi pada garis meridian. Silinder (obliq) bila lingkaran tengah silinder ditempatkan menyilang dari garis lintang dan bujur bumi.

Proyeksi silinder normal sangat baik untuk memetakan daerah yang berada di daerah khatulistiwa, dan tidak sesuai digunakan untuk memetakan daerah yang berada di lintang sedang hingga sekitar kutub.

Pengunaan dan pemanfaatan peta

Secara umum penggunaan peta terbagi dua: Pertama peta sebagai basis informasi, pengguna peta menggunakan peta sekedar membaca informasi yang terdapat pada peta terkait dengan lokasi, jarak, atau area yang tergambar pada peta. contohnya seorang pengguna Trans Jakarta memperharikan peta rute bus agar tidak salah naik bus.

Kedua peta sebagai basis analisis, informasi yang terdapat pada peta digunakan untuk menghitung, memprediksi, memanipulasi, sehingga peta memiliki kemanfaatan yang luas. contohnya ojek online menggunakan peta untuk menghitung berapa ongkos yang harus dibayarkan oleh konsumennya.


Buatlah ringkasan dari materi peta tersebut, kemudian kirim bukti foto selfi dengan seragam sesuai hari, saat kamu sedang belajar(mencatat materi peta) kirim ke email : gurugeografiwk@gmail.com


Categories:

0 komentar:

Posting Komentar